My Photo

June 2007

Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
Powered by Friendster Blogs

KISAH PUTRI RULMARA YANG MENCARI SUAMI - II


Part 2: Kembalinya Tiga Pemimpin

Saat itu, kerajaan panik. Sang Ratu baru saja meninggal dunia, dan Putri Rulmara hanya sendiri di istana. Penasehat kerajaan yang terkenal bijaksana, Laneysa sedang melakukan kunjungan kerja dan studi banding selama sebelas hari di negara-negara tetangga (tanpa anggaran negara lo). Jenderal Cleopetty masih berada di garis depan, berusaha meredam kerusuhan dari GAR (Gabungan Anti Ratu), sementara tabib-merangkap-penyihir istana, Melvina, menghadiri Reuni dan Muktamar Seratus Tahun sekolah sihir sedunia.

Laneysa yang pertama kali menerima berita bahwa ratu meninggal dunia, segera membatalkan kunjungan ke negara kedelapan. Laneysa memutuskan untuk meninggalkan rombongannya dan menuju ke garis depan, tempat Cleopetty bertugas.

Derap kaki kuda Laneysa membelah lapangan tempat para prajurit Negeri Burung Hantu biasa berlatih. Segera beberapa prajurit mengantarkan Laneysa kepada Cleopetty yang sedang mengamati peta Negeri Burung Hantu di tendanya, titik-titik merah yang menunjukkan ancaman GAR bertebaran di sana-sini. Cleopetty separo terkejut menerima kehadiran Laneysa.

“Duchess, apa yang membawamu ke sini?”

"Cleo..Ratu meninggal dunia!" kata Laneysa cepat "Wasiat terakhirnya dialamatkan untuk kita bertiga. Kita harus segera kembali ke istana"

"Bertiga?"

"Ya, Melvina juga"

Cleopetty tampak ragu sejenak, kemudian menatap Laneysa.

"Tapi.....terakhir kali aku dengar, Melvina sedang membicarakan penerapan mantra pelet dengan Nyi Blorong, Nyi Roro Kidul dan Mbah Marijan di kawah gunung berapi.”

Cleopetty terdiam sejenak karena Laneysa mengangkat sebelah alisnya, skeptis.

“Bagaimana cara kita memanggilnya?"

 *swwooosshh*

Gumpalan asap memenuhi tenda Cleopetty. Laneysa mengibaskan tangannya untuk mengusir asap tebal itu, sementara Cleopetty menarik pedangnya. Siaga.

"Ada yang nyari saya??" Melvina muncul dari balik asap.

"Melvina? Kok..." Cleopetty menatapnya keheranan.

"Oh bisa dounk. Ini teknik sihir terbaru yang saya pelajari dari Reuni dan Muktamar Penyihir Sedunia. Namanya Mantra-Cepat-Sampai" kata Melvina sambil tersenyum congkak.

"Sepertinya mantra polusi nama yang lebih cocok" potong Laneysa "Sudah Melvina, kita harus buru-buru, Sang Ratu.."

"Baru saja meninggal dunia. Ya Ya, saya tahu..Bola Kristal telah menunjukkan pada saya..."

"Bagus! Kalau begitu semua sudah mengerti keadaannya. Ayo berangkat!" Laneysa kembali memotong, sebelum Melvina sempat menyebutkan teori-teori sihir yang dipelajarinya di reuni yang selalu dibangga-banggakannya itu.

Hari memasuki tengah hari saat ketiganya sampai di istana. Putri Rulmara sendiri yang menyambut mereka dengan riang gembira.

"AAAAAAaa...semuanya berkumpul!! Senang!!" kata Sang Putri ceria.

Cleopetty, Laneysa dan Melvina saling berpandangan. Kebingungan.

"Semuanya pasti ketik C spasi D...Capek Deee..."

Melvina mendelik.

"Putri! Bahasa macam apa itu??!!? Pasti Yang Mulia sudah bermain-main dengan bola kristal saya lagi! Saya kan sudah bilang! Bola Kristal itu berbahaya...terutama kalo sudah masuk ke InterBolKrisNet!"

"Melvina bawel...." Putri Rulmara menjawab dengan suaranya yang imut "Istirahat dulu sana, biar ga bawel"

Laneysa, Cleopetty dan Melvina (dengan tampang sebal) mengiyakan, kemudian undur diri dari hadapan Putri Rulmara. Tanpa membuang waktu, Laneysa segera menuju ke perpustakaan istana, tempat Ratu menyimpan wasiat untuk ketiga orang kepercayaannya. Dengan hati-hati Laneysa membuka perkamen wasiat dan mulai membacanya baris demi baris.

Tak lama kemudian Melvina bergabung, jubah putihnya telah berganti dengan toga cream yang lembut. Rambutnya yang seharian tadi tersimpan di balik jubahnya, kini tampak menggelembung dengan warna pink dan kuning ceria. Melvina tampak persis seperti spesies jamur baru, ketimbang punggawa istana yang disegani.

"APA ITU!!??!!??" teriak Laneysa histeris. Melvina nyengir.

"Owh, rambut baru. Hasil workshop kecantikan penyihir dari muktamar kemaren. Tadinya saya bingung pilih pink-kuning atau polkadot. Laneysa mau coba??"

"Ih..enggak deh makasih..."

“Coba deh coba..kamu pasti cocok pake polkadot deh..”

“ENGGAK MAKASIH MEL...”

Percakapan mereka terhenti karena pintu yang kembali terbuka. Seorang wanita masuk ke dalam ruangan. Rambut hitamnya terburai menyentuh lengan, tubuhnya dibalut gaun putih. Butuh waktu untuk Laneysa dan Melvina sampai mereka menyadari, wanita di hadapan mereka adalah Cleopetty. Tanpa baju zirah, tanpa perisai dan pedangnya, Cleopetty tampak jelita.

"Jadi apa isi wasiatnya?" tanya Cleopetty pada kedua temannya yang masih terperangah. Laneysa berdehem, lalu membacakan wasiat di tangannya

"Saya Ratu Negeri Burung Hantu, dengan ini menyatakan wasiat ini telah dibuat dengan sebenar-benarnya, sesuai keinginan saya, tanpa paksaan dari segala pihak.

Menimbang:
1. Kehidupan saya yang hampir berakhir
2. Putri Rulmara yang masih belia,

Menilik:
1. Keadaan kerajaan yang agak tidak stabil
2. Kebutuhan akan pemimpin yang bisa diandalkan

Memutuskan:
1. Adalah baik jika Rulmara bisa segera mendapatkan suami

Karena itu wahai penasehat dan tangan kananku,
kutitipkan Putri Rulmara padamu,
kalian bertiga harus mampu,
mencari suami untuknya,
walau harus mengadakan sayembara.

 Hmm..Begitu kira-kira isi dari wasiat Ratu kita" kata Laneysa

“Sayembara???” Cleopetty mengerutkan keningnya.

“Suami???” Melvina mempermainkan ujung rambutnya.

“Putri Rulmara sudah tau?” tanya Cleopetty. Laneysa menggeleng. Ketiganya menghela napas, tidak berani membayangkan reaksi Putri Rulmara mendengar berita ini.

MENIKAH??!!?!?!?” teriak Putri Rulmara. Cleopetty dan Melvina mundur selangkah, membiarkan Laneysa menangani Putri Rulmara.

“Putri, anda harus mengerti. Kami hanya menyampaikan pesan Baginda Ratu” kata Laneysa tegas.

“AAHH! Kelihatannya seru!!” kata Putri Rulmara penuh semangat, mengabaikan perkataan Laneysa, “Siapa yang harus kunikahi, Laneysa???”

“Err............itu masalahnya Tuan Putri...” kata Laneysa, nada suaranya melembut “Kecantikan Yang Mulia tersohor di seantero dunia, kami yakin banyak pangeran yang ingin menikahi Tuan Putri. Namun, kita tidak boleh sembarangan memilih calon suami untuk Yang Mulia, karena dia akan menjadi Raja di negeri ini” lanjut Laneysa.

“Ma-sa sih?” tanya Putri Rulmara polos. Laneysa mengangguk.

“Karena itu Baginda Ratu menyarankan sayembara, untuk memilih calon suami yang tepat”

“Oooh..gitu?”

“Betul Yang Mulia. Kami bertiga akan mendampingi Putri untuk memilih calon suami yang tepat” Melvina menimpali

“Oooh...okay..” Putri Rulmara manggut-manggut.

“Kami bertiga juga telah mendiskusikan kriteria yang cocok untuk seorang calon raja..” Laneysa melemparkan pandangannya pada Cleopetty.

“Sang Calon harus seorang pangeran yang gagah berani. Tidak takut untuk berperang di garis depan. Pandai dalam strategi militer dan punya jiwa kepemimpinan” tambah Cleopetty “Karena seorang raja, harus mampu mempertahankan negaranya. DAN BERANI MATI DEMI NEGARANYA!!” Cleopetty berkata dengan semangat yang berapi-api. Laneysa dan Melvina manggut-manggut setuju.

“Namun, dia juga harus memiliki pengetahuan yang luas dan wawasan tentang dunia. Tidak sombong, tampan dan bersahaja...” sambung Melvina

“Memahami tata kenegaraan, mencintai rakyat dan adil”

“AA...mau! mau mau mau!....Asyikkk...aku mau nikah.....” kata Putri Rulmara.

“Baiklah. Kalau begitu semuanya sudah disetujui” Laneysa tersenyum puas. Dengan suaranya yang lantang, dipanggilnya hulubalang istana untuk memberitakan Sayembara Putri Rulmara. Dua lelaki bergegas menghadap Laneysa.

“Hulu! Balang! Sebarkan berita ke seluruh dunia, bahwa Putri Rulmara, Penguasa Kerajaan Negeri Burung Hantu, mencari calon suami”

-------------------------------------------------------------------------------------------

SAYEMBARA PUTRI RULMARA 

Yth. Raja/King/Sultan/Tsar/Ntemi/Mbulele/Kanjeng/dll (harap disesuaikan panggilan lokal)

Dengan ini Kerajaan Negeri Burung Hantu mengundang Saudara sekalian untuk berperan serta dalam Sayembara Putri Rulmara yang sedang mencari suami. 

Setiap peserta sayembara diharuskan mengirimkan Curriculum Vitae dan Motivation Letter. Pengalaman tidak diwajibkan, namun dapat membantu.

Biaya pendaftaran: Gratis! 

Peserta yang lolos seleksi CV akan diberi kabar dan harus mendaftar ulang, untuk kepentingan penjadwalan bertemu Putri Rulmara. Pendaftaran ulang hendaknya dilakukan a.s.a.p. Panitia menerima daftar ulang dengan segala cara, selama tanda tangan asli dan materai Xy 500,- terbaca oleh panitia. 

Ttd,

Panitia Pelaksana 

PS : *Konsumsi dan Akomodasi selama sayembara tidak ditanggung panitia. 

------------------------------------------------------------------------------------------

Begitulah isi beratus-ratus undangan yang disebarkan Hulu dan Balang ke seantero dunia. Dan proses seleksi CV oleh Laneysa, Melvina dan Cleopetty pun dimulai.

KISAH PUTRI RULMARA YANG MENCARI SUAMI

Part 1: Prolog dan pengenalan karakter

Alkisah ada sebuah kerajaan yang bernama Negeri Burung Hantu. Hah? Apa? Negeri Burung Hantu? Nggak pernah denger tuh! (Psst, makanya kita mengundang anda untuk datang ke negeri ini, biar gak ndeso).

Pertama-tama kita akan memandu anda untuk memasuki Negeri Burung Hantu, sampai anda semua tiba di pusat kerajaan. Siap? Yuuk...

Kingdom_map_1
PETA NBH Abad Ini - Seperti inilah Negeri Burung Hantu dari hasil foto satelit GPS (Global Penyihiran System). Boleh klik lo untuk memperbesar, red.

Perbatasan Negeri Burung Hantu

Negeri ini terletak di kedalaman hutan terluas di muka bumi, Hutan Magis. Jika dilihat dari satelit udara, negeri Burung Hantu mungkin terlihat seperti lingkaran yang luarnya berlapis-lapis.

Lapisan paling luar, yaitu lingkaran seratus ribu pohon beringin raksasa dimana bersarang burung hantu-burung hantu ajaib. Itulah kenapa negeri ini dinamai Negeri Burung Hantu. Barisan pohon beringin yang melingkar itu disebut Tapal Batas Burung Hantu. Berbatasan langsung dengan Hutan Magis yang terbentang sejauh tiga puluh kilometer sebelum seseorang bisa mencapai kerajaan tetangga terdekat. Konon, burung hantu-burung hantu tersebut adalah penjelmaan dari arwah-arwah leluhur yang memiliki kekuatan magis super kuat untuk melindungi garis depan negeri itu dari segala macam makhluk yang ingin menelusup masuk. Maklum, Hutan Magis terkenal sebagai tempat bersarangnya berbagai macam makhluk aneh mulai dari pohon hidup sampai peri-peri hitam.

 

Sungai, Benteng, dan Archgeneral Cleopetty

Jika anda sudah mampu melewati penjagaan para burung hantu, jangan harap anda bisa tersenyum senang dan merasa mampu memasuki negeri ini dengan mudah. Tunggu dulu! Lima kilometer kemudian tamu negeri Burung Hantu akan tiba di garis kedua, Sungai Takmambu, yang membentang melingkari negeri dan berair jernih. Tapi jangan tertipu dengan jernihnya air, karena Sungai Takmambu adalah rumah bagi ribuan buaya yang siap melahap siapapun yang terjatuh kesana. Di seberang sungai Takmambu berdiri benteng Tembok Tinggi yang menjulang dan membentang melingkar yang dijaga oleh berpuluh ribu prajurit gagah berani. Komandan mereka adalah panglima perang yang tersohor, Archgeneral Leo. Sebenarnya nama beliau adalah Cleopetty. Nama yang manis untuk mewakili seorang wanita yang berparas manis pula. Selain penduduk negeri Burung Hantu, tidak banyak yang tahu bahwa Archgeneral Leo ini sebenarnya seorang wanita. Bagaimana tidak, karena beliau selalu nampak gagah bak lelaki saat berperang dengan baju kebesarannya yang berwarna keemasan, juga saat menunggang kuda hitamnya yang dinamai Kittyrosy. Lulusan cum laude dari Akademi Militer Dunia Darat ini mungkin satu-satunya jenderal wanita di dunia abad ini. Beliau sempat menuntut ilmu strategi perang di Sekolah Kemiliteran Persia dan menjalankan kerja praktek di area Perang Penaklukan Spanyol. Mengenyam ilmu perang sampai ke Negeri Mongol juga dilakoninya, saat beliau mengikuti program pertukaran pelajar militer ke Tibet. Dengan pengalaman perang beliau yang luar biasa, tak heran bila Archgeneral Leo adalah jenderal yang sangat disegani di arena perang. Dengan kepiawaian beliau mengatur strategi perang dan memimpin 10.000 elites, Angkatan Perang Negeri Burung Hantu tercatat hanya kalah sekali dalam sepuluh peperangan, dan berhasil merebut sembilan koloni baru.

 

Bukit Barisan dan Archmagus Melvina

Setelah melewati benteng Tembok Tinggi dan Sungai Takmambu, tamu negeri Burung Hantu akan tiba di barisan bukit yang bernama Bukit Barisan (-_-“ gak kreatif amat sih namanya, red.), dimana sang tukang sihir kerajaan, Archmagus Melvina, bermukim. Ia selalu rajin bertapa di puncak bukit yang paling tinggi untuk mencari wangsit. Kekuatannya yang paling tersohor adalah kemampuannya membaca masa depan dengan Bola Kristal dan mencipta ramuan dalam kuali raksasanya, the Leaky Cauldron (eits, kok niru sih? – ya udah ganti nama) Si Bandel Anti Bocor. Melvina ini masih sepupu dari kakak ipar dari adik satu bapak dari kakak laki-laki pertama dari ayahnya Merlin, sang penyihir yang kesohor dan juga penasihat dari King Arthur, King of Camelot. Melvina adalah seorang penyihir yang punya track record bagus dan cukup disegani di muka bumi. Bagaimana tidak, dia termasuk salah satu pemuka di Ikatan Penyihir Dunia Abad Ini. Selain Merlin, Archmagus Melvina juga berkawan dekat dengan penyihir-penyihir tersohor lain seperti Gandalf dan Albus Dumbledore. Salah satu angkatan pertama Hogwarts yang juga teman main gundunya penyihir Saruman semasa kecil ini (lho kan beda era? Babah wis gak ngurus, red.) adalah satu-satunya penyihir wanita dalam barisan penggagas Gerakan Tukang Sihir Anti Tenung Sedunia. Ia juga dikenal sebagai pencipta dari salah satu dari lima mantra paling utama di dunia, yaitu Mantra Berjalan Diatas Air. Jika Archgeneral Leo bertanggung jawab pada pengamanan negeri dari aspek militer, Melvina bertanggung jawab pada pengamanan negeri dari aspek magis. Dengan tangan dinginnya, ia mampu mengatasi ancaman-ancaman keamanan yang tak sanggup tertangani oleh para militer. Ia adalah penyihir ketua dari squad penyihir Negeri Burung Hantu, dan dibawah pimpinannya, dunia sihir negeri ini telah mencapai kemajuan inovasi mantra dan trik sihir yang lumayan pesat selama tiga tahun terakhir. Tidak hanya bertugas memimpin seluruh penyihir di negeri ini, Melvina juga bertugas memimpin makhluk-makhluk sihir lain yang bukan termasuk jenis manusia, seperti para kurcaci, burung hantu sihir, pegasus, sampai para pocong dan kuntilanak.

 

Kastil Kerajaan dan Duchess Laneysa

Jika Bukit Barisan yang dijaga Melvina sudah terlewati, tamu negeri Burung Hantu akan melintasi daerah pemukiman rakyat sebelum akhirnya tiba di kastil Kerajaan. Di kastil ini tinggallah Ratu negeri Burung Hantu dan putri semata wayangnya, Putri Rulmara. Sang Raja telah lama meninggal dunia, mewariskan tahta ke Ratu yang telah memerintah negeri ini selama delapan tahun. Di kastil ini juga tinggal seorang penasihat kerajaan yang juga tangan kanan Ratu, yaitu Duchess Laneysa. Bila Archgeneral Leo adalah penanggung jawab militer dan Archmagus Melvina adalah pemuka sihir, Duchess Laneysa adalah creative director-nya kerajaan Burung Hantu. Ide-ide bagus sering bermunculan dari kepalanya, mulai dari strategi ekonomi sampai kebudayaan. Selulus dari Sekolah Tinggi Kerajaan Burung Hantu, Laneysa pergi menuntut ilmu ke dataran Eropa, di Universitas Negeri Eropa (dulunya IKIP Eropa, red), jurusan Seni dan Kebudayaan. Aslinya ia ingin menjadi seniman, tapi selulus kuliah begitu pulang ke negeri asalnya, ia magang di Tim Perumus Undang-Undang Kerajaan. Karena bersinar selama masa magangnya, ia diangkat jadi tim penasihat kerajaan, menjabat sebagai asisten penasihat kerajaan yang pada saat itu dijabat oleh Duke Madouk. Ternyata Duke Madouk dipecat dari jabatannya lima bulan setelah diangkat karena terlibat skandal suap-menyuap Bulog Gate. Setelah itu Baginda Ratu mengangkat Laneysa sebagai penasihat kerajaan sampai sekarang.

 

-----------------------------------------

 

Ceritanya, ketiga orang kepercayaan Ratu ini bersahabat walaupun beda lokasi tugas. Dengan posisi masing-masing, mereka memegang peran penting dalam mengamankan dan memajukan kerajaan Burung Hantu. Termasuk juga untuk memberikan masukan-masukan berharga kepada Baginda Ratu agar beliau tidak salah langkah dalam membuat keputusan dan strategi kerajaan.

 

Lalu, siapakah Putri Rulmara yang juga akan dikisahkan di dongeng ini? Putri Ratu semata wayang yang baru berusia 18 tahun ini masih belia, namun sudah tumbuh jadi gadis yang cantik. Ratu sangat menyayanginya dan menginginkan penjagaan terbaik untuk sang putri, termasuk juga rencana untuk menyekolahkan putri ke Universitas Negeri Eropa selepas sang putri lulus dari Sekolah Tinggi.

 

Namun alkisah, suatu hari baginda Ratu meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Karena tak ada pewaris takhta yang lain selain Putri Rulmara (yang belum cukup dewasa dan berpengalaman untuk memerintah kerajaan) Duchess Laneysa sang penasihat kerajaan jadi pusing. Oleh karena itu ia memanggil kedua sahabatnya Archgeneral Leo dan Archmagus Melvina untuk berunding, bagaimana mereka bisa menyelamatkan negeri Burung Hantu ditengah hiruk pikuk kekosongan pemerintahan ini.


Nah, bagaimana kisahnya?  Akankah  mereka bertiga berhasil menemukan calon raja dan suami putri Rulmara yang tepat? Nantikan kisah yang seru dan penuh intrik ini di episode selanjutnya...

NyapNyip bareng Elvin|Neysa

Suatu malam di Amsterdam..

"Nez.." kata Elvin "Kasih satu kata.."
Neysa diam sejenak, sambil menggigit-gigit ujung laptopnya.
Maklum, penulis modern dengan kebiasaan lama yang tidak bisa dihilangkan, menggigit-gigit ujung pensil.
"Hidup ini bagaikan...." kata Neysa akhirnya.
"Upil."
Neysa melemparkan pandangan betapa-ngaconya-analogymu-kawan. Elvin terkikik.

Tapi kira-kira begitulah hasil brainstorming, ngobrol dan melekan dua orang ini.  Tidak terduga. Nyap Nyip tanpa henti sampai matahari terbit.

Karena inspirasi ada di mana saja, dan imajinasi tidak mengenal batas waktu.
Jadi, jika dua orang penulis yang hobi ngaplo dan mimpi, menggabungkan inspirasi dan imajinasi mereka, apa jadinya?

NyapNyip :D.

Selamat Menikmati!!

*siapa tau anda bisa mendapatkan payung cantik sebagai pe-ngomen pertama di blog NyapNyip*